Selamat datang di Portal Internsip Dokter Indonesia  

Daftar Berita KIDI Propinsi

Profil Wahana: Puskesmas Gabus I Pati

Jakarta, 24-01-2017 [12:00]

Nama Puskesmas : Puskesmas Gabus I

Alamat Puskesmas : Gabus RT 3 RW 6 Gabus, Pati, Jawa Tengah

Dokter Pendamping : dr. M. Wahib Hasyim

Nomor HP : 0812282925

1.    PERJALANAN MENUJU LOKASI

Perjalanan dari Kota Semarang menuju Kecamatan Gabus Pati bisa ditempuh selama ± 2 jam menggunakan travel atau sewa. Biaya travel Rp 85.000 (sekali jalan). Perjalanan juga bisa ditempuh dengan Angkutan Umum Bus dari Kota Semarang sampai Terminal Pati dilanjutkan dengan bus dalam kota menuju Gabus atau ojek. Biaya Bus Non AC Semarang - Pati Rp 15.000 – Rp 20.000 dan Bus AC Rp 35.000 –   Rp 45.000. Infrastruktur jalan dari Pati ke Puskesmas Gabus cukup baik, sudah beraspal, dan tidak padat kendaraan.

 

2.    PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Gabus I Pati merupakan salah satu puskesmas yang menjadi wahana bagi para dokter internsip untuk berpraktik yang berlokasi di Kecamatan Gabus. Kecamatan Gabus sendiri memiliki dua puskesmas sebagai fasilitas kesehatan layanan primer yang membawahi 24 wilayah, dimana Puskesmas Gabus I membawahi 13 wilayah di Kecamatan Gabus ini. Puskesmas Gabus I saat ini dipimpin oleh Bapak Teguh Waluyo, SKM. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Gabus I antara lain, balai pengobatan dasar, poli gigi, ruang KIA dan KB, laboratorium, serta apotik. 

Puskesmas Gabus I merupakan puskemas dengan tipe non perawatan atau belum memiliki fasilitas rawat inap, namun program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer atau PMKM yang merupakan fokus pembelajaran bagi para dokter internsip selama berada di puskesmas berjalan dengan cukup baik. Jumlah kunjungan di Puskesmas gabus I setiap harinya cukup bervariasi antara 20-50 kunjungan dari balai pengobatan dan KIA/KB.

 

3.    KOMITMEN WAHANA

Dokter internsip selalu diusahakan untuk terlibat dalam program kegiatan puskesmas, baik kegiatan dalam gedung maupun luar gedung. Dokter internsip juga dilibatkan dalam evaluasi program Puskesmas yang biasa diadakan 2 hingga 3 bulan sekali. Saat ini juga sedang direncanakan pembuatan program baru yakni program PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar) yang akan mulai berjalan dalam waktu dekat. Program PONED sendiri cukup berguna bagi dokter internsip untuk dapat lebih berpengalaman dalam program pelayanan obstetri dan neonatus yang memang harus dikuasai oleh para dokter umum yang nantinya bertugas di fasilitas kesehatan layanan primer. Dokter pendamping yang ditunjuk juga cukup baik dalam memberikan bimbingan serta evaluasi tugas yang diberikan.

 

4.    FASILITAS WAHANA

Tidak ada fasilitas rumah dinas maupun mobil dinas bagi para dokter internsip. Akomodasi dan transportasi ditanggung secara pribadi oleh masing-masing dokter internsip yang berpraktik di wahana Puskesmas Gabus I.

Profil Wahana: Puskesmas Tete Ampana Sulawesi Tengah

Jakarta, 24-01-2017 [12:00]

Nama Puskesmas     : Puskesmas Tete

Alamat Puskesmas   : Jl. Trans Sulawesi, Desa Tete A, Kec. Ampana Tete, Kab. Tojo Una-Una (Ampana), Sulawesi Tengah

Dokter Pendamping : dr. Niko, S. Ked, M. Kes C.H.

No Hp : 0813 5428 6300


1. PERJALANAN MENUJU LOKASI

Perjalanan dari Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Palu) menuju ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una (Ampana) bisa ditempuh selama kurang lebih  8 jam dengan menggunakan Travel  mobil (Jalan darat) dengan biaya Rp. 150.000 (Sekali jalan). Palu-Ampana juga dapat ditempuh dengan penerbangan Wings Air kapasitas 72 penumpang selama 45 menit dengan biaya Rp 400.000 (sekali jalan). Infrastruktur jalan dari Palu-Ampana sudah baik, teraspal dan tidak padat kendaraan. Dari Ampana ke Kecamatan Ampana Tete hanya berjarak sekitar 7 km (waktu tempuh 15 menit) dengan infrastruktur jalan sudah baik, sudah teraspal, dan tidak padat kendaraan. Dari bandara Tanjung Api Ampana ke Puskesmas Tete hanya berjarak 4 km (10 menit waktu tempuh) karena Bandara Tanjung Api Ampana sendiri terletak di kecamatan Ampana Tete. 

2. PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Tete merupakan satu-satunya Puskesmas yang menjadi wahana bagi para Dokter Internsip untuk berpraktik di Kecamatan Ampana Tete. Kecamatan Ampana Tete memiliki 2 Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pelayanan primer yang membawahi 20 desa, dimana Puskesmas Tete sendiri membawahi 14 desa di Kecamatan Ampana Tete. Puskesmas Tete saat ini di pimpin oleh dr. Niko, S.Ked, M. Kes C.H. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Tete antara lain Poli Umum, MTBS, Poli  KIA dan KB, Laboratorium, serta Apotek.

Puskesmas Tete merupakan Puskesmas Non Perawatan, tetapi sudah memiliki fasilitas rawat inap dengan Tipe Puskesmas mampu menolong persalinan normal. Program UKM dan Puskesmas menuju Akreditasi Mutu merupakan fokus pembelajaran bagi para dokter internsip selama berada di Puskesmas. Sebagai catatan tambahan bahwa Puskesmas Tete sudah dinilai oleh Tim Akreditasi Mutu pada bulan Oktober 2016 tetapi hasilnya baru akan diumumkan pada bulan April 2017. Jumlah kunjungan  di Puskesmas Tete setiap harinya cukup bervariasi yaitu antara 20-40 kunjungan dari polik umum, MTBS dan KIA/ KB.

3. KOMITMEN WAHANA

Dokter internsip selalu di usahakan untuk terlibat dalam Program Kegiatan Puskesmas baik kegiatan dalam gedung maupun luar gedung. Dokter internsip juga dilibatkan dalam Lokakarya mini Puskesmas tiap bulan maupun Lokakarya mini lintas sektor dua kali per tahun. Evaluasi Program Puskesmas, pelaksanaan Puskesmas Terakreditasi mutu juga program-program UKM seperti Program Lansia, Prolanis, PTM (Penyakit Tidak Menular), Penyuluhan dan Pertolongan persalinan akan berguna bagi dokter internsip agar dapat berpengalaman ketika nantinya bertugas di fasilitas kesehatan layanan primer. Dokter pendamping yang di tunjuk juga cukup komunikatif dalam memberikan bimbingan serta evaluasi tugas yang di berikan. Dokter pendamping sudah bertugas di Puskesmas Tete selama 10 tahun, sebagai Kepala Puskesmas sudah bertugas selama 5 tahun dan sebagai pendamping internsip sudah 2 periode. 

4.FASILITAS WAHANA

Belum tersedia fasilitas rumah dinas maupun kendaraan dinas bagi para dokter internsip. Akomodasi dan transportasi bagi para dokter internsip di tanggung secara pribadi oleh masing-masing dokter internsip yang berpraktik di Puskesmas Tete.

Profil Wahana: Puskesmas Sungai Kakap Kubu Raya

Jakarta, 24-01-2017 [01:00]

Nama Puskesmas : Puskesmas Sungai Kakap

Alamat Puskesmas : Jl Raya Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kode Pos 78381

Dokter Pendamping : dr. Miraz Hedi kusumah

Nomor HP : 081323828197

1.PERJALANAN MENUJU LOKASI

Perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya berjarak ±18 Km dapat ditempuh selama ± 45 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua. Tidak ada kendaraan umum selain oplet (angkot) dan ojek, atau mobil sewa, dengan tarif berkisar antara Rp 15.000,00 s.d Rp 100.000,00. Infrastruktur jalan dari Kota Pontianak ke Puskesmas Sungai Kakap cukup baik, sudah beraspal, dan tidak padat kendaraan.

2. PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Sungai Kakap merupakan salah satu puskesmas yang menjadi wahana bagi para dokter internsip untuk berpraktik yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kecamatan Sungai Kakap sendiri, memiliki tiga puskesmas sebagai fasilitas kesehatan layanan primer yang membawahi 13 desa, dimana Puskesmas Sungai Kakap membawahi 7 desa di Kecamatan Sungai Kakap. Dari 7 desa yang menjadi binaan Puskesmas Sungai Kakap, 2 diantaranya merupakan daerah air yang hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan air seperti kapal motor ataupun speed boat. Puskesmas Sungai Kakap saat ini dipimpin oleh bapak Abang Darmawansyah SKM, M.Kes.  Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Sungai Kakap antara lain, Ruang Pemeriksaan Umum, Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut, Ruang Gizi, Ruang KIA/KB, Ruang Laktasi, Ruang Imunisasi dan anak, UGD dan rawat inap (persalinan dan umum), laboratorium, dan Ruang Farmasi.

Puskesmas Sungai Kakap, merupakan puskesmas dengan tipe perawatan yang telah memiliki fasilitas rawat inap baik itu untuk persalinan, maupun rawat inap umum. Program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) esensial maupun pengembangan yang menjadi fokus pembelajaran bagi para dokter internsip ,berjalan sebagaimana mestinya. Jumlah  kunjungan pasien rata – rata perhari dari seluruh unit yang ada di Puskesmas Sungai Kakap berkisar antara 50 s.d 100 / hari.

3. KOMITMEN WAHANA

Dokter internsip  diusahakan untuk terlibat dalam program kegiatan puskesmas, baik kegiatan dalam gedung, maupun di luar gedung. Dokter internsip juga akan dilibatkan evaluasi program puskesmas yang diadakan setiap 3 bulan.  Di Puskesmas Sungai Kakap, seluruh staf telah dibagi tugas dalam wilayah desa binaan. Terdapat 7 kelompok desa binaan sesuai dengan jumlah desa di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap. Sehingga dalam menjalankan tugas UKM-nya, dokter internsip dapat berkoordinasi dengan tim desa binaan di masing – masing desa.

4. FASILITAS WAHANA

Tidak ada fasilitas rumah dinas ataupun mobil dinas untuk dokter internsip. Akomodasi dan transportasi ditanggung secara pribadi oleh masing – masing dokter internsip yang berpraktik di wahana Puskesmas Sungai Kakap.

Profil Wahana: Puskesmas Sekadau Kalimantan Barat

Jakarta, 24-01-2017 [00:00]

Nama Puskesmas         : PUSKESMAS SEKADAU

Alamat Puskesmas       : Jalan Merdeka Barat Nomor 57 Sekadau, Telepon (0564)-41893, Kode Pos 79582

Dokter Pendamping     : dr. RANTO YUSTIN MANURUNG

Nomor HP                    : 082153800850

 

1.   PERJALANAN MENUJU LOKASI

Perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau bisa ditempuh selama ± 5 jam menggunakan kendaraan umum ( Taxi dari Bandara Supadio Pontianak ). Biaya tranportasinya Rp. 120.000 (sekali jalan). Infrastruktur jalan dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Sekadau sebagian beraspal dan sebagian berlubang-lubang serta tidak padat kendaraan. 

2.   PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Sekadau merupakan salah satu Puskesmas yang menjadi Wahana bagi para dokter instership untuk berpraktek yang berlokasi di Kecamatan Sekadau Hilir. Kecamatan Sekadau Hilir memiliki 1 Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan layanan primer yang mencakup 7 Desa dan yang paling dekat dengan Rumah Sakit Daerah yang berjarak 6 km. Puskesmas Sekadau sekarang di pimpin oleh Ibu Radiok. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Puskesmas Sekadau, antara lain : Poli klinik umum, Poli Gigi, Ruang KIA dan KB, Ruang UGD, Ruang Konsultasi Gizi, Ruang Konsultasi Sanitasi, Ruang Konsultasi PMKR, Ruang Laboratorium, Ruang PONED (Bersalin), Ruang IVA serta Apotik. 

Puskesmas Sekadau merupakan puskesmas dengan tipe non perawatan atau belum memiliki fasilitas rawat inap untuk pasien umum atau peserta BPJS, namun terdapat Pelayanan IGD 24 jam setiap hari dan Rawat Inap PONED. Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer atau PKMP yang merupakan fokus pembelajaran bagi para dokter intership selama berada di Puskesmas berjalan dengan cukup baik. Jumlah kunjungan di Puskesmas Sekadau setiap harinya cukup bervariasi antara 30-50 kunjungan dari Poli Klinik Umum, Poli Gigi, KIA/KB, IGD dan Persalinan. 

3.   KOMITMEN WAHANA

Dokter intership selalu diusahakan untuk terlibat dalam program kegiatan puskesmas, baik kegiatan dalam gedung maupun di luar gedung. Dokter intership juga dilibatkan dalam evaluasi program Puskesmas yang biasa diadakan 1 bulan sekali. Dokter pembimbing yang ditunjuk juga cukup baik dalam memberikan bimbingan serta evaluasi tugas yang yang diberikan. 

4.   FASILITAS WAHANA

Tidak ada fasilitas rumah dinas maupun mobil dinas bagi para dokter intership. Akomodasi dan transportasi ditanggung secara pribadi oleh masing-masing dokter intership yang berpraktik di wahana Puskesmas Sekadau.

Bakti Sosial Buloh Seuma Dokter Internship Aceh Selatan

Jakarta, 11-05-2015 [11:00]

[Aceh Selatan] Melalui Program Dokter Internship yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah berharap seluruh lulusan dokter yang telah lulus uji kompetensi yang tersebar diseluruh Indonesia mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diseluruh pelosok negeri secara profesional. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dokter disetiap daerah dan meningkatkan pelayanan yang telah ada, mulai dari tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit.

Setelah melakukan pengabdian selama satu periode (21 April 2014 – 21 April 2015) di wahana Aceh Selatan, dan melihat data kunjungan masyarakat di pusat instansi kesehatan, tampak minimnya jumlah kunjungan dari daerah pedalaman. Hal ini disebabkan oleh tantangan geografis Aceh Selatan yang dikelilingi gunung dan laut serta transportasi yang sangat minim untuk mencapai pusat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, dokter internship wahana Aceh Selatan berinisiatif terjun langsung kedaerah paling terpencil di Kabupaten Aceh Selatan untuk melakukan aksi kemanusiaan dalam bentuk bakti sosial.

Setelah melakukan survey, kami para Dokter Internship Aceh Selatan (DIAS) memilih daerah Kemukiman Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh sebagai lokasi aksi kemanusiaan. Kemukiman ini tergolong daerah sangat-sangat terpencil dengan jarak ± 128 km melewati 2 rakit dan waktu tempuh ± 4 jam menuju Rumah Sakit daerah setempat.

Inisiatif DIAS dalam merealisasikan bakti sosial di daerah tersebut disambut baik oleh berbagai pihak, mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Kesehatan, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Selatan, hingga beberapa pihak seperti BLUD-RSUD dr. H. Yuliddin Away – Tapaktuan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tapaktuan, PT. Bank Aceh Cabang Tapaktuan, Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan, serta pihak lainnya.

Hari pertama Sabtu (11/4), acara bakti sosial ini diawali dengan laporan oleh Ketua Panitia Pelaksana dr. Fenni Henrizal, dilanjutkan kata sambutan dari Ketua IDI Aceh Selatan dr. Erizaldi, Sp.OG., Kepala Kemukiman Buloh Seuma, Camat Trumon Emmifizal, SP., dan dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Selatan Bapak H. T. Sama Indra, SH., di Mesjid Desa Kuta Padang, Buloh Seuma. Acara dilanjutkan dengan pengobatan massal 7 bidang spesialistik di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kuta Padang, Penyuluhan ke sekolah – sekolah, dan acara makan bersama Muspida, Muspika, dokter spesialis, dokter umum, tim medis dan tamu undangan dengan warga masyarakat Buloh Seuma.

Hari kedua Minggu (12/4), acara pengobatan massal dilanjutkan oleh dokter intership di Desa Kuta Padang hingga Home Visite di dua desa lainnya, sunatan massal, serta penyerahan sumbangan berupa sembako, pakaian, dan perlengkapan sekolah. Acara ditutup dalam agenda ramah tamah antara dokter intership dengan seluruh warga di Mesjid Desa Kuta Padang.

Setelah dilakukan pengobatan selama dua hari, didapatkan data kunjungan lebih dari 400 pasien. Aksi kemanusiaan ini merupakan kali pertama 7 bidang spesialistik RSUD dr. H. Yuliddin Away dapat dihadirkan ke Kemukiman Buloh Seuma. Dokter internship selaku panitia pelaksana bakti sosial mengharapkan acara ini menjadi salah satu sarana untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal pada masyarakat di daerah terpencil dan menjadi contoh dikemudian hari.

Salam Panitia Pelaksana; dr. Fenni Henrizal, dr. M. Ali Arshaddin, dr. Teuku Ona Arief, dr. Rahyuni Devilia Nova, dr. Nurul Akhrima, dr. Kartika Agustina, dr. Ismi Fauzia, dr. Wulandary Sutrisno, dr. Nanda Subhan, dr. Anni Rahmawati, dr. Nicky Thania, dr. Safriani Yovita, dr. Agustiyan N, dr. Hirli Septiana Sari, dr. Asti Yuliadha, dan dr. Rini Bintaria.

Pelepasan Dokter Peserta Program Internsip Dokter Indonesia Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014

Jakarta, 13-01-2015 [15:45]

Pada tanggal 6 November 2014 dilaksanakan pelepasan dokter peserta Program Internsip Provinsi DKI Jakarta angkatan pertama. Pelepasan dokter Internsip diserahkan oleh Kepala Badan PPSDM Kementerian Kesehatan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Provinsi DKI Jakarta mendapat 47 dokter Internsip yang akan bertugas di 2 wilayah yaitu Jakarta Timur (RSUD Pasar Rebo, PKM Cakung, PKM Cakung Barat, PKM Duren Sawit, PKM Pondok Kelapa) dan Jakarta Utara (RSUD Koja, PKM Kpja, PKM Tugu Utara).

Dalam sambutannya Kepala Badan PPSDM Kesehatan menyampaikan pesan agar dokter Internsip di Jakarta dapat berperan aktif dalam seluruh kegiatan pelayanan kesehatan di DKI khususnya terkait upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya kesehatan masyarakat

Pelaksanaan Program Internsip di DKI berbeda dengan Provinsi lainnya. Program Internsip di Provinsi DKI diarahkan untuk penguatan  program kesehatan masyarakat (public health) khususnya upaya promotif dan preventif.  Selain di Rumah sakit, para dokter tersebut juga akan ditempatkan di Puskesmas kecamatan dan Puskemas kelurahan. DKI juga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pelaksanaan Program Internsip di Provinsi lainnya.